lebaran dadakan

 

Yap,, kumpul dengan teman lama itu membawa hal yang berbeda, macem-macem rasanya.. ingin kembali ke masa lalu mengubah semua penyesalan yang dirasakan saat ini atau hanya sekedar ingin mendengarkan kisah-kisah kehidupan teman setelah lama tak berjumpa..

Seperti biasa dea, namanya dari dulu selalu punya rencanya untuk bikin acara atau apalah namanya biar anak polman selalu bisa ngumpul. yap kali ini acara ‘lebaran dadakan’. dimana saat orang-orang mudik teman-teman jakarta di ajak berlebaran bersama klo diitung -itung ya udah 1 tahun kita ga ngumpul bareng. anddd thenn  seperti dugaan w acara ini cman dihadiri 6 orang dari ya mungkin dari 15 orang yg ga mudik, mulai dari ga bisa dateng karena BT sama pacar (yg diundangkan jg bukan pacar, mungkin mw pamer kali ) 😀 , gak ada kabar, atau baru pulang dari kampung halaman.

Walaupun begitu, hari itu cukuplah untuk kita saling berbagi cerita. cerita-cerita tahun ini sih dimulai dari cerita nisa yg sebentar lagi mw merrid, dea yg ganti pacar(lagi) dan mw nyusul nisa, ardi yg jg mw merrid, fajar yg sukses dengan usaha sablon kaosnya dan mw pindah ke bogor klo rumahnya jd kena gusur banjir kanal timur, dimaseko yg merambah kariier sebagai stand-up comedian jakarta utara biar followers yg 1000 wkwkw(ngarang w), budi yg kuliah lagi di gunadarma (gebetan anak HO AOP, dan menlanjutkan karier gamesnya) & gw ya yang masih aj kuliah dan masih jg menjomblo 😛

hasil rapat meja lebaran kali ini menghasilkan satu gagasan yaitu mengadakan arisan (pitttpiewww) apasihh,, tujuannya biar kita bisa kumpul” tiap bulan, semoga rencana bukan sekedar rencana ya wkwkw.. tahun depan rencana kita akan kumpul di rumah baru bang bewok a.k.a fajar di bogor.

dari kiri ke kanan : budi, bewok(fajar),dea(imoet), maskok, gw(si ganteng pfft :D), ardhi (tuan rumah).

teman kita bagaikan bom waktu yang hanya menunggu kesuksesan dan takdir menghampiri

teman kita ini jg bagaikan anak panah yg sedang diarahkan menuju satu titik walaupun perlahan tapi terrus terarah

teman kita kadang tak sadar kita seperti burung yg sedang migrasi menuju kedewasaan dan kemapanan

teman kita bagaikan pohon yang siap tumbuh, mungkin tak terlihat buahnya tapi akar kita sudah menghujam kuat di bawah tanah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s