kisah pohon apel

Hah,, menyempatkan menulis pengalaman beberapa minggu ini, seperti biasa minggu ini selalu diisi dengan tugas “reading” dan project yang belum selesai. Biasanya klo project sampai malam mau tidak mau pulang naik taksi dari tempat project ke karawaci.

seperti kebiasaan kebanyakan kita didalam taksi  sibuk dengan gadget kita masing masing, kadang terdiam berdua dengan supir taksi mendengarkan radio yang menyiarkan lagu -lagu melow di malam hari yang membuat galau #lebay,

atau pura-pura tidur dibangku belakang. Tapi untuk belajar interaksi dan melancarkan komunikasi menurut gw gak ada salahnya untuk berbincang bincang dengan supir taksi.

Yups, hal ini bahkan gw coba lakukan. ternyata banyak info menarik apabila berbincang dengan supir taxy. macam macam topik yg dibahas sang supir, ada yg ngomongin pernah diganggu maho, ada yg anaik trus ga mw bayar, ada yg pernah bawa lesbi, tapi kebanyakan supir taksi di jakarta terutama pasti pernah bawa penumpang yang selingkuh. Menurut beberapa supir taksi gak cuma cowo yang selingkuh. banyak kaum hawa yang juga selingkuh.

Pernah ada supir taksi yang bawa mbk” dan pasangannya. dikirain pasangan muda-mudi yang sedang asik pacaran. ditengah jalan sang cwo turun dan mencium sang cwe ini. kemudian lanjut mengantar mbk ini pulang. Paras mbk ini cantik dan minta diantar ke daerah cibubur. sampai di tempat terlihat seorang pria yg menggendong anak balita kemudian menyambut perempuan ini dengan panggilan “mama”. #miris sekali mendengar kisah ini , entah apa yg dilakukan pria ini jika mengetahui sang istri selingkuh.

Tapi beberapa kali pertanyaan yang gw lontarkan mengenai kehidupan sang supir, ya gak jauh jauh mengenai penghasilan hari ini apa sudah masuk setoran, keluar dari pool jam berapa, sudah punya anak berapa, tinggal dimana.

Ada pertanyaan yang menurut w bisa membuat sang sopir ini bernostalgia di kehidupannya. biasanya pertanyaannya “maaf pak, dulu bapak bisa mengemudi belajar dimana ?” nah pertanyaan ini biasanya membawa sang supir untuk bercerita panjang lebar. terutama supir yang sudah tua biasanya senang mengobrol. Ada yang belajar karena sebelumnya supir toko bangunan, ada yang belajar dari ayah yang kebetulan seorang supir taksi, ada yang belajar dengan teman.

tapi ada pertanyaan yang membuatg w harus bersyukur. ketika w bertanya ” anaknya sudah brp pak” dan ketika dia bilang “kuliah” dan kemudian setelah gw tanya ternyata ada supir yang anaknya duduk di bangku kuliah universitas negeri. Seandainya lw belum tahu bahwa setoran supir taksi itu sehari klo bl**bi*d bisa 450rb dan e****s itu 300rb dan dengan persaingan taksi yang semangakin banyak belum tentu mereka mendapatkan uang setoran stabil kadang banyak bisa juga sepi pelanggan. Dari kerja sebagai supir taksi anak-anak mereka ada yg kuliah di universitas negeri.

So ini mungkin membuat gw untuk instropeksi diri lebih bersyukur dengan apa yang sudah ada dan jangan patah semangat, kadang gw merasa patah semangat menghadapi project yang belum gw ketahui. dan berterima kasih karena mempunyai orang tua yang bisa menyekolah kan sampai detik ini. Kadang rindu untuk pulang kerumah untuk bertemu mereka. (gw jarang pulang karena pacaran maupun foya-foya tapi jarang pulang karena punya alasan tersendiri  w harus belajar ekstra lebih disini), ketika di rumah suasana menjadi nyaman (makan tidur) berkumpul dan berbincang dengan orang tua dan bercanda dengan keponakan.

terkait pengorbanan orang tua ada video dari pak andrie wong so mengenai kisa pohon apel yang diibaratkan seperti orang tua kita (sosok ibu maupun ayah) .

mungkin saat ini gw belom bisa memberikan yang lebih untuk orang tua secara materi. tapi gw akan buat orang tua bangga dan tidak akan merepotkan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s